Montoya Berpeluang Masuk Daftar Jual Inter

Salah satu bek sayap Inter Milan, Martin Montoya di kabarkan akan masuk daftar jual tim setelah gagal tampil impresif di musim ini.

Montoya-Berpeluang-Masuk-Daftar-Jual-Inter

Mancini Berpeluang Tulis Montoya di Daftar Jual Januari

Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini mengatakan akan memasukan nama Martin Montoya kedalam daftar pemain yang akan di jual pada Januari mendatang.

Bek sayap berusia 24 tahun tersebut saat ini berstatus pinjaman dengan status yang cukup lama dari Barcelona, dan baru menjalani laga debut bersama Nerazzuri saat tim berhadapan dengan Udinese dan Cagliari.

“Dia berpeluang keluar pada Januari nanti tergantung kondisi yang ditunjukan sang pemain nanti.” Ujar Montoya usai laga kontra Cagliari. “Sekarang dirinya masih menjadi pemain dan menjadi bagian tim, namun itu belum cukup.

“Saya siap untuk berbicara dengan dia tentang hal ini pada Minggu ini. Ini bermaksud untuk menaikan motivasi dia. Dia cukup bagus, dia pemain serius dan sopan dan haruskan hal tersebut saya sebutkan “Dengar, saya akan pergi ke tim dan akan saya tunjukan konsistensi,” apa yang bisa saya balas?

“Sekarang dia sudah bermain dengan baik dan itu bagus untuk dirinya. Jika dia memutuskan bertahan tentu saya akan senang.”

Jejak Karir Montoya Bersama Inter

Bek sayap pinjaman Inter Milan, Martin Montoya saat ini terdengar kabar tengah terancam usai dirinya gagal masuk kedalam skuat utama tim besutan Roberto Mancini.

Tercatat sejak dipinjamkan dari Barcelona, pemain berusia 24 tahun tersebut tercatat baru tampil dua kali dimusim ini bersama Nerazzuri, saat berhadapan dengan Udinese diajang Serie A dan kontra Cagliari di ajang Coppa Italia pada tengah pekan ini.

Padahal sebelumnya Montoya selalu masuk kedalam skuat Mancini saat tim bermain di laga persahabatan sebanyak lima kali dan satu kali diajang International Champions League sebelum musim bergulir.

Hal ini terungkap setelah dirinya gagal bersaing dan mantan pelatih Manchester City tersebut lebih memilih Danilo Dambrosio di sektor bek sayap kanan.

 

Apakah masa depan Martin Montoya nantinya akan bertahan di Giuseppe Meazza atau bahkan akan segera membela klub lain pada bursa transfer Januari mendatang?

Atletico Siap Berburu Gelar Liga Champions

Salah satu kandidat juara Liga Champions Eropa musim ini Atletico Madrid siap bersaing dengan para raksasa di benua biru salah satuya siap bersaing dengan sang rival satu kota, Real Madrid.

Godin Yakin Atletico Bisa Bersaing Raih Gelar Liga Champions

Bek andalan Atletico Madrid, Diego Godin bermimpi bisa persembahkan gelar Liga Champions Eropa dimusim ini.

Atletico sendiri sedang bertarung dalam perebutan gelar La Liga di tiga musim terakhir dengan dua raksasa, Barcelona dan Real Madrid.

Nantinya runner-up La Liga musim ini akan berhadapan dengan raksasa Eredivisie, PSV Eindhoven di babak 16 Liga Champions Eropa, dan sang lawan tentu tidak bisa dipandang sebelah mata lantaran mampu menyingkirkan Manchester United dibabak fase grup.

“Mimpi semua punggawa Atletico adalah bisa menangkan Liga Champions dan kami siap bertarung untuk hal itu.” Ujar kapten Los Rojiblancos.

“Dengan poin yang ada untuk meraih tujun tersebut, kita harus selalu berpikir positif untuk bisa raih kemenangan, karena itu kami mampu mencetak gol, karena kami selalu berusaha dengan membuat peluang dengan membuat tembakan untuk mencetak gol dan itu salah satu kunci sukses.”

Dikancah domestik sendiri Atletico duduk diposisi dua klasemen dibawah Barcelona dengan poin yang sama 35.

Perjuangan Berat Atletico Madrid Dibabak Fase Grup

Atletico Madrid sendiri memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga Champions Eropa dengan menempati puncak klasemen grup C dengan perolehan 13 poin hasil empat kemenangan dan satu kali imbang.

Awalnya pasukan Diego Simeone sempat terseok-seok di putaran pertama fase grup setelah harus takluk di dua laga pertama kontra wakil Turki, Galatasaray dan wakil Portugal, Benfica sebelum akhirnya memang atas Astana dilaga kandang.

Namun diputaran kedua Diego Godin dan kawan-kawan mampu bangkit, namun di laga keempat kembali tim hanya mampu raih satu poin setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 saat bertandang ke markas Astana.

Didua laga terakhir Los Rojiblancos langsung membuktikan kualitas mental juara tim setelah mampu membalas kekalahan di putaran pertama atas Galatasaray di laga kandang dan permalukan Benfica saat bertandang ke Portugal di laga pamungkas.

 

Mampukah Atletico mencapai impian untuk membawa gelar Liga Champions di musim ini?

Benitez Yakin Madrid Masih Bisa Raih Gelar La Liga

Setelah menelan kekalahan 0-1 atas Villarreal dilaga terakhir, pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku bahwa peluang timnya maasih terbuka lantaran sang rival gagal raih poin penuh dilaga akhir pekan lalu.

Peluang Madrid Raih Gelar Masih Terbuka

Menanggapi kekalahan 0-1 atas Villarreal dilaga terakhir, pelatih Real Madrid, Rafael Benitez mengaku bahwa peluang timnya untuk raih gelar musim ini masih terbuka lebar.

Gol semata wayang Roberto Soldado langsung membuyarkan harapan El Real untuk bisa terus menempel dua rival tim, Atletico Madrid dan Barcelona diposisi dua satu.

Namun sepertinya Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan masih mendapatkan angin segar lantaran dilaga lainnya sang rival abadi tim, Barcelona hanya mampu bermain imbang 2-2 saat berhadapan Deportivo dilaga tandang, dan sang rival satu kota, Atletico mampu raih kemenangan 2-1 atas Bilbao.

Alhasil saat ini El Barca dan Los Rojiblancos memiliki poin yang sama 35 dan meninggalkan Real Madrid lima angka dengan 30 poin diposisi tiga klasemen.

“Cukup berat untuk menjelaskan apa yang terjadi dibabak pertama,” Ujar Benitez usai laga. “Saya ingin melihat tim tampil lebih baik dibabak kedua namun hasilnya sama saja.

“Saya belum berpikir bahwa hari ini kami kehilangan gelar La Liga musim ini. Karena tim puncak klasemen juga kehilangan poin.

“Untuk bertarung di La Liga kami harus bisa raih kemenangan di banyak laga dan dengan kondisi ini kami bisa melihat peluang kami masih ada.”

Madrid Berpeluang Raih Poin Penuh di Dua Laga Berikutnya

Melihat kekalahan yang terjadi pada Real Madrid tentu sangat mengecewakan lantaran sang raksasa tengah berusaha untuk bisa menempel dua rival tim, Atletico Madrid dan Barcelona yang berada di posisi dua dan satu klasemen La Liga.

Pasukan Rafael Benitez sendiri harus takluk 0-1 atas Villarreal dilaga terakhir setelah gol tunggal Roberto Soldado harus memupuskan tiga poin penting Real Madrid.

Namun jika melihat di dua laga berikutnya sepertinya tim memiliki peluang lantaran hanya menghadapi Rayo Vallecano dan Real Sociedad.

Sementara dua teratas nantinya akan menjalani jadwal yang cukup ketat lantaran Atletico sendiri harus menjalani laga Copa del Rey kontra Reus Deportiu dan Barcelona sendiri harus menghadapi Guagzhou Evergrande diajang Piala Dunia antar klub.

 

Apakah Madrid mampu melihat peluang disaat para rival menjalani schedule yang cukup padat jelang rehat musim dingin?

Pelatih Villa Ingin Datangkan Bek Roma

Menurut Pelatih Aston Villa, Remi Garde mengatakan bek AS Roma mempunyai potensi dan pengalaman yang cukup baik.

Remi Garde Ingin Mendatangkan Ashley Cole

Terdengar kabar bahwa, pelatih Aston Villa, Remi Garde mengatakan ingin mendatangkan bek sayap Roma, yaitu Ashley Cole di bursa transfer Januari mendatang.

Pemain berusia 34 tahun tersebut memang jarang tampil di skuad utama Giallorossi pada musim ini setelah dirinya gagal membuktikan peforma terbaiknya kepada sang pelatih, Rudi Garcia.

Klub yang berjulukan The Villans saat ini terancam degradasi dari kalesemen Premier League yang berada di posisi 20 dari 15 pertandingan dengan memperoleh enam poin.

Dan saya sudah mengkonfirmasikan ofisial klub untuk memberi penawaran kepada Cole dari Roma.

“Menurut saya setiap pemain yang bagus menarik buat saya dan Ahsley adalah pemain yang hebat,” ujar pelatih 49 tahun terebut.

“Ia seorang pemain yang memiliki pengalaman, tapi ia tidak bermain sekarang,”

“Saya rasa pengalaman adalah sesuatu yang kami butuhkan. Saya akan membicarakan langsung dengan klub dan saya sedang bekerja untuk bursa transfer Januari. Kami tahu apa yang kami lakukan untuk saat ini.”

Rudi Garcia Ungkapkan Bahwa Ashley Cole Penting Bagi Kami

Pelatih AS Roma, Rudi Garcia Menegaskan bahwa bek sayapnya Ashley Cole pemain yang penting di tim, meski ia harus berjuang untuk menunjukkan peforma terbaiknya agar dapat bermain di skuad utama.

Pemain berusia 34 tahun tersebut terkahir kali memperkuat tim yang yang bejulukan Giallorossi pada 22 November, yang menyebabkan dirinya ragu dengan masa depannya di Stadio Olimpico.

Akan tetapi, pelatih berusia 51 tahun itu, telah menyatakan bahwa Ashley Cole merupakan pemain yang penting dalam rencananya di Roma.

“Ashley baik-baik saja, ia profesional,” ujar Garcia pada media setempat.

“Ia masih tetap pemain penting bagi kami,”

Ashley Cole di datangkan Roma pada tanggal 7 Juli 2014, yang di kontrak selama dua tahun bersama Giallorosso.

Dan dirinya memulai awal karir di kancah Seri A dengan melawan Fiorentina, yang pada saat itu AS Roma menebas habis dengan hasil 2-0 di stadio Olimpico.

 

Akankah di bursa transfer Januari mendatang Ashley Cole menerima tawaran dari Remi Grade atau ia akan tetap bersama Giallorosso dan menunjukan kualitas terbaik dirinya ?

Alan Curtis Resmi Jadi pelatih Sementara Swansea

Asisten pelatih Swansea City, Alan Curtis resmi ditunjuk usai pelatih tim utama, Garry Monk di pecat oleh pihak manajemen tim setelah gagal membawa tim ke papan atas klasemen.

Jelang Kontra City, Curtis Siap Pimpin Swansea City

Asisten pelatih Swansea City, Alan Curtis resmi ditunjuk sebagai pelatih sementara jelang menghadapi Manchester City pada akhir pekan setelah sebelumnya pelatih utama, Garry Monk resmi dipecat.

Monk resmi mundur mundur dari kursi kepelatihan tim asal Wales tersebut setelah hanya mampu persembahkan satu kemenangan dari 11 laga terakhir, yang membuat saat ini The Swan hanya selisih beberapa poin dari zona Degradasi.

Curtis sendiri akan berusaha membangun kembali mental Jonjo Shelvey dan kawan-kawan jelang laga, lantaran dilaga sebelumnya tim harus takluk 0-3 atas pemuncak klasemen sementara, Leicester City pada akhir pekan lalu dilaga kandang.

Curtis sendiri merupakan sosok pelatih asli Wales dan merupakan mantan punggawa Swansea City pada era 1972-1979, 1980-1983 dan 1989-1990, semasa aktif sebagai pemain dirinya merupakan pemain berposisi penyerang.

Pelatih yang saat ini berusia 61 tahun tersebut merupakan mantan punggawa timnas Wales era 1976-1987, tercatat dirinya sudah membuat 35 caps dan sukses mencetak enam gol.

Swansea Resmi Pecat Garry Monk

Tim papan tengah Premier League, Swansea City akhirnya resmi menyudahi karir Garry Monk sebagai pelatih setelah dirinya hanya mampu persembahkan satu kemenangan di 11 laga terakhir.

Kabar tersebut langsung dilontarkan Presiden tim, Huw Jenkins melalui media ofisial tim yang menyatakan bahwa pihak tim dengan berat hati untuk melengserkan pelatih yang merupakan mantan pemain bertahan tim tersebut.

“Ini merupakan keputusan yang sangat berat saat melihat hasil sejak awal September lalu akan penurunan performa tim, dan ini keputusan yang sangat berat.” Ujar Jenkins melalui media ofisial The Swan.

Sebelumnya Monk ditunjuk sebagai pelatih tim sejak musim 2013/2014 silam, saat itu dirinya sukses membawa tim lolos dari jurang degradasi dengan finis di posisi 12 klasemen.

Monk sendiri sebelumnye merupakan suksesor dari pelatih Brendan Rodgers yang memutuskan untuk bergabung bersama Liverpool dalam waktu yang sama.

 

Apakah Alan Curtis mampu membawa Swansea City menjauh dari zona merah dan kembali bersaing dengan para rival di sisa laga Premier League musim ini?

Flamini: Persaingan di Lini Depan Arsenal

Persaingan ini membuktikan untuk perkembangan Arsenal dan di tiap tim-tim besar, untuk bisa berada di ajang Eropa demi meraih gelar juara.

Flamini Melihat Adanya Persaingan Antara Giroud dengan Walcott

Menurut Mathieu Flamini, mengatakan persaingan di lini depan membuat Olivier Giroud pilihan utama di tim, karena tampil gemilang musim ini.

Pemain kebangsaan perancis itu membuat kejutan yang menghasilkan hat-trick ketika Arsenal menang 3-0 atas Olympiakos di ajang Liga Champions kamis kemarin. Dan dirinya dipercaya sang pelatih, Arsene Wenger untuk menggantikan posisi Theo Walcott setelah kalah bersaing, yang mendapatkan kesempatan tampil bermain di tim inti.

Flamini percaya momen ini memang baik untuk Giroud, yang merasa ia harus tampil lebih baik ketimbang Walcott.

“Persaingan dalam tim-tim besar sangat penting membuat pemain lebih menunjukan kualitasnya dan itulah yang terjadi,” ujar Flamini pada media setempat.

“Itu memang persaingan yang tidak mudah di lini depan dan Olivier mampu merespon dengan bagus karena ia bermain dengan lebih baik dan jauh lebih baik dari hari ke hari.”

Ketika Arsenal membutuhkan, Giroud mampu membayar kepercayaan tersebut. Hat-trick saat melawan Olympiakos menjadi bukti dirinya bisa andalkan.

Flamini Ingin Angkat Trofi Liga Champions

Gelandang Arsenal, Mathieu Flamini mengatakan pengalaman tim mampu membantu mereka lolos ke babak 16 besar di kompetisi Liga Champions.

Yang saat ini The Gunners berada di posisi 3 klasemen Grup F dengan raihan sembilan poin dari enam pertandingan dengan sama poin Olympiakos yang hanya membedakan gol yang masing-masing tim hasilkan.

“Saya pikir kompetisi ini penting bagi saya dan untuk klub,” ujarnya Flamini pada media setempat.

“Kami akan menghadapi ujian yang lebih untuk memunjukkan kualitas untuk bisa ke babak selanjutnya. Semua pemain fokus dan saya mencoba untuk membantu tim menuju kemenenangan.”

Dan sebelumnya, banyak yang menginginkan Arsenal untuk memilih salah satu pengejarannya, Liga Champions untuk bisa fokus mengejar gelar juara di kancah Premier League. Flamini menegaskan, bertahan di turnamen ini sangat penting buat klub dan pendukung.

 

Terbuktinya di musim ini dengan perkembangan Arsenal, mampukah Mathieu Flamini dan rekan setimnya meraih gelar juara yang di lakoninya sampai sekarang, pendapat kalian ?

 

Diego Milito Gantung Sepatu

Diego Milito adalah seorang penyerang yang ditakuti saat eranya, yang mampu mencetak gol di tiap kesempatan dan ia sudah menyatakan untuk mengakhiri karirnya tahun ini.

Diego Milito Memutuskan Pensiun

Mantan tim nasional Argentina, Diego Milito telah memutuskan pensiun dari karir sepakbola profesional pada waktu dekat ini 2016 Copa Libertadores.

Pria berusia 36 tahun tersebut, akan mengakhiri karirnya bersama Racing Club, dan mengumumkan untuk pensiun dari sepak bola. Ia didatangkan dari Inter Milan untuk bergabung dengan  klub asal Buenos Aires tersbut pada tahun 2014.

Tetapi, Milito memutuskan gantung sepatu selama kurang lebih 6 bulan lagi setelah timnya memenangkan pertandingan atas Independiente 2-0  di babak paly-off sehingga akan tampil di Libertadores tahun depan.

“Saya merasa senang sudah mengatakan saya hanya bermain untuk enam bulan lagi bersama klub,” ujar mantan pemain Inter Milan tersebut.

“Memang tidak mudah untuk berhenti bermain sepakbola, sesuatu yang telah saya lakukan sepanjang hidup saya.

“Kami memiliki sebuah momen yang bersejarah dengan cara yang positf. Saya pikir saya bisa tetap memberikan kontribusi  yang terbaik untuk  grup hebat yang kita buat ini dan menikmati Liberadores lainnya.

“Pada tahun 2016 juni nanti saya akan pensiun. Ini adalah merupakan enam bulan terakhir saya bermain sebagai pemain sepakbola profesional.”

Semasa Karir Diego Milito Ketika Berseragam Inter Milan

Pemain berusia 36 tahun, Diego Milito pernah bermain dengan Inter Milan pada 2009,  dan media setempat mengumumkan kepindahannya dari Genoa.

Penyerang tersebut beradaptasi dengan cepat dan memiliki awal yang sangat gemilang bersama Inter Milan. Ia mampu mencetak dua gol  dalam kemenangan 2-0 di Derby della Madonnina atas rivalnya Milan.

Di musim keduanya, ia mengalami kesulitan untuk mengulangi kesuksesannya bersama klub yang berjulukan Nerazzurri tersebut.  Karena seringnya cedera yang berulang kali dialaminya yang membuat peformanya tak kunjung membaik.

Meski begitu dua gol yang di cetak pada final Liga Champions melawan Barcelona mampu mengantarkan Inter meraih treble winner.

Seiring dengan habisnya kontrak Milito dengan Inter Milan, dirinya pun memutuskan untuk pulang kembali ke klub tempat dirinya memulai karir sepakbola profesional, yaitu Racing Club.

 

Meski Diego Milito sorang pemain sepakbola  yang berposisi penyerang, dirinya patut di acungkan jempol, yang manis, asamnya di dunia sepakbola ia lakoni. Apakah ada niatan untuk dirinya menjadi pelatih sepakbola ?

Nicolas Gaitan Bertahan Bersama Benfica

Akhir dari kabar masa depan pemian andalan Benfica, Nicolas Gaitan akhirnya terjawab dan memutuskan untuk bertahan setelah perpanjang masa baktinya bersama raksasa Portugal tersebut.

Gaitan Resmi Perpanjang Kontrak Bersama Benfica

Pemain andalan raksasa Benficam, Nicolas Gaitan akhirya resmi memperpanjang kontrak dirinya untuk empat tahun kedepan.

Sejak 2010 silam pemain asal Argentina tersebut memang sangat santer diberitakan tengah didekati oleh raksasa Premier League, Manchester United.

Pada Rabu waktu setempat, manajemen Benfica mengabarkan telah resmi memperpanjang kontrak sang pemain, dan saat ini Gaitan telah memiliki klausa sebesar 45 juta Euro dan nantinya kontrak pemain 27 tahun tersebut akan habis pada 2019 mendatang.

“Permbaruan ini sangat fantastis. Ini adalah langkah pasti klub dan saya menerima hal tersebut.” Ujar Gaitan kepada media ofisial tim.

“Ini berjalan sangat cepat dan keputusan yang sangat mudah. Kedua pihak menanggapi cukup senang. Saya sangat bahagia di Benfica. karena mereka salah satu klub top yang ada di Eropa.”

Sejak musim 2010 Gaitan sendiri sudah persembahkan banyak gelar bergengsi, tercatat sukses raih dua gelar Liga Portigal, satu Taca de Portugal, empat Taca da Liga, satu gelar Liga super Portugal dan dua gelar runner-up Europa League.

Manchester United Terus Pantau Gaitan

Pelatih Manchester United, Louis van Gaal mengakui bahwa dirinya masih menaruh minat kepada gelandang Benfica, Nicolas Gaitan yang merupakan sebagai target utama tim dibursa transfer.

Red Devils dikabarkan siap untuk mendatangkan gelandang asal Argentina tersebut pada bursa transfer Januari mendatang.

Gaitan sendiri sudah dihubungkan sejak beberapa musim lalu namun hasilnya selalu gagal lantaran pihak tim enggan melepas pemain 27 tahun tersebut.

United sendiri cukup berminat pada mantan pemain Boca Junior tersebut lantaran memiliki skill yang cukup memumpuni di lini tengah yang memang menjadi sorotan utama United dimusim ini.

Nantinya Van Gaal merencanakan akan menduetkan Gaitan dengan gelandang asal Spanyol, Juan Mata di skuad Old Trafford.

 

Apakah Manchester United masih berusaha mendatangkan Nicolas Gaitan meski pemain asal Argentina tersebut sudah memperpanjang kontrak bersama Benfica?

 

 

Manchester United Harus Tampil Diajang Europa League

Salah satu wakil Inggris, Manchester United harus rela bermain dikasta kedua Eropa setelah pasukan Louis van Gaal tersebut hanya finis di posisi tiga klasemen grup B Liga Champions Eropa.

Wolfsburg Sukses Kirim United ke Europa League

Wakil Jerman, Wolfsburg sukses melaju kebabak 16 besar Liga Champions setelah sukses mengalahkan wakil Inggris, Manchester United pada Rabu dini hari lalu.

Di laga tersebut pasukan Dieter Hecking sukses raih kemenangan dengan skor 3-2 di Volkswagen Arena yang memastikan diri melaju ke babak berikutnya dan di dampingi wakil Eredivisie Belanda, PSV Eindhoven.

Dilaga tersebut tim tuan rumah harus tertinggal dulu melalui Anthony Martial dimenit 10, namun hanya berselang tiga menit, Naldo sukses menyamakan kedudukan dan diikuti Vieirinha dimenit 29 untuk membalikkan keadaan.

Namun dibabak kedua Guilavogui terpaksa harus melakukan gol bunuh diri dimenit 82 yang membuat skor sama kuat 2-2, dan kembali Naldo menjadi momok pasukan Louis van Gaal setelah menit 84 menjadi gol kemenangan bagi tim tuan rumah.

Sementara diikuti kekalahan Manchester United, sang rival PSV Eindhoven sukses mampu raih tiga poin saat menghadapi wakil Rusia, CSKA Moskow dengan skor 2-1 dilaga kandang.

Pochettino Terkejut Atas Kekalahan United

Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino mengaku kaget usai sang rival besar di Inggris, Manchester United harus bermain di Europa League.

Hal tersebut dipastikan setelah Red Devils takluk 2-3 atas wakil Jerman, Wolfsburg yang membuat Anthony Martial dan kawan-kawan dipastikan duduk diposisi tiga klasemen grup B.

Ini merupakan hal yang cukup mengejutkan setelah musim 2011/2012 mengalami hal yang sama dan pelatih asal Argentina tersebut saat ini juga tengah bersiap lantaran berpeluang bertemu dengan Red Devils dibabak knock-out yan akan ditentukan pada Kamis waktu setempat.

“Ini adalah sesuatu yang besar, perbedaan yang besar.” Ujar Pochettino usai melihat kekalahan United.

“Ketika anda bermain dihari Kamis dan Minggu, itu akan cukup mempengaruhi mental dan pesikis para pemain. Kamis malam, bepergian ketempat yang cukup jauh dan anda akan kembali bermain pada Minggu Sore. Dan itu selalu mempengaruhi efek pemain.

“Sepakbola akan bergulir pada Sabtu jam tiga Sore. Dan itu akan berat untuk mereka.”

 

Apakah Manchester United mampu berjaya meski akan tampil dikasta kedua Eropa nantinya dan membuat taktik agar para pemain tidak mengalami kelelahan dilaga akhir pekan nanti?

Pjanic Terinspirasi Dengan Zidane

Miralem Pjanic ingin mengikuti gaya permainan seperti legenda tim nasional perancis Zinedine Zidane.

Gelandang Roma, Miralem Pjanic mengatakan terinspirasi dengan gaya permainan mantan tim nasional Perancis, Zinedine Zidane.

Pemain kebangsaan Bosnia tersebut menjadi bagian penting skuat Giallorossi untuk meraih gelar seri A musim ini, yang tercatat tujuh gol dari 13 penampilannya.

Permainan Pjanic yang begitu gemilang bersama Roma,  tampil dengan peforma terbaiknya yang juga begitu banyak melahirkan pujian, dirinya mengakui terinspirasi dari Zidane, yang mampu memberikan gelar dua kali  Scudetto bersama Juventus.

“Zidane membuat saya terinspirasi menjadi seorang pemain sepak bola ketika saya masih kecil. Saya suka dengan gaya bermainya, bagaimana cara ia bermain,” ungkap Pjanic di situs remi Roma.

“Bagi saya, ia adalah pemain terbaik yang pernah saya lihat. Ia begitu elegan dan saya suka melihat cara ia bermain.

“Apa saya bisa meniru dia ? tentu, ia bermain di posisi yang sama seperti saya, jadi saya akan mengingatnya sepanjang waktu dan berusaha untuk melakukan beberapa skill yang pernah dilakukannya dilapangan.”

Pjanic Beri Isyarat Untuk Masa Depannya

Tersiar  kabar gelandang andalan milik AS Roma, Miralem Pjanic soal masa depannya tak kunjung reda. Karena banyak tim raksasa yang menginginkan jasanya.

Yaitu Barcelona dan Real Madrid yang santer terdengar,  terus menerus dihubungkan dengan pemain tim nasional Bosnia tersebut. Sukses dalam penampilannya bersama Giallorossi musim ini jadi alasan, mengapa dirinya begitu diminati.

Akan tetapi, Pjanic memberikan pernyataannya ke klub mana dirinya akan bermain di musim depan. Dan ia menjawab ingin tetap bersama Roma, itu sangat mengejutkan.

“Saya tidak akan pergi berdasarkan pilihan saya sendiri. Saya selalu ingin menjadi Romanisti. Mereka memberikan banyak pelajaran kepada saya untuk menjadi Romanisti sejati. Sudah lima tahun saya bersama Roma dan saya merasa sudah melekat dengan Romanisti,” ujar Pjanic pada media ofisial tim.

“Para pemain senior yang  ada di tim ini juga mengajarkan saya bahwa seragam Roma bukanlah seragam biasa. Sebuah seragam yang mempunyai arti penting di kota ini. Sekarang saya sudah menjadi bagian dari tim ini dan saya adalah seorang Romanisti sejati.”

 

Bersyukurnya Roma mempunyai Miralem Pjanic sebagai pemain yang bertalenta, meski dirinya diminati banyak klub raksasa Eropa, ia masih tetap ingin bermain bersama serigala ibukota. mampukah musim ini pemain 25 tahun tersebut dan rekan setimnya memberikan gelar juara di kancah Seri A musim ini ?